Thursday, 29 July 2010

Kata-Kata Bijak

"From the moment I picked up your book until I laid it down, I was convulsed with laughter. Some day I intend reading it."

Info Lowongan

Info Lowongan

Sitemap

Sitemap
Home arrow Klien
TOKEN Alternatif Motivator Si Kecil
Written by Psychosense   

 

TOKEN Alternatif Motivator si Kecil

Token adalah suatu tanda yang dapat dikumpulkan anak dan setelah mencapai jumlah tertentu ditukarkan dengan sesuatu yang cukup diminati. 

Pemberian token dinilai para ahli lebih efektif daripada hadiah yang diberikan secara langsung mengikuti munculnya tingkah laku ataupun hukuman / omelan bila tingkah laku yang diharapkan tidak dilakukan. Daripada setiap hari marah – marah menyuruh anak menghabiskan makanannya atau membereskan mainannya, lebih baik berlakukan aturan token:

  1. Bicarakan dengan anak aturan main yang berlaku. Misalnya setiap kali melakukan sesuatu tanpa disuruh, dia akan mendapatkan sebuah token (dapat berupa stiker, stempel ataupun sekedar paraf anda). Atau sebaliknya, bila dia tidak melakukan suatu kebiasaan buruk yang ingin anda hilangkan, dia pun akan mendapatkan token.
  2. Bersama anak buatlah lembaran untuk menempelkan token. Tempatkan lembaran ini di area yang mudah terlihat.
  3. Jelaskan pada anak, dia perlu mengumpulkan token sampai mencapai jumlah tertentu. Dalam menentukan jumlah, hal yang perlu diperhatikan adalah:
    • Semakin sulit mendapatkan token, jumlah yang harus dikumpulkan sebaiknya sedikit saja agar anak tidak putus asa, merasa terlalu sulit untuk mencapai jumlah tersebut.
    • Semakin sering kesempatan mendapat token, jumlah syarat pencapaian bisa ditingkatkan. Misalnya bila setiap hari ada peluang dapat token, bila syarat pencapaian adalah 7 maka tiap 1 minggu anak sudah bisa menukarkan tokennya. Tapi untuk les yang hanya 1x seminggu, jumlah 7 baru akan dicapai anak dalam 2 bulan. Apakah seminggu sekali dapat hadiah terlalu sering? Apakah menunggu 2 bulan terlalu lama? Sesuaikan hal ini dengan usia anak dan karakteristik anak.
    • Anda dapat memberlakukan token untuk beberapa aktifitas yang berbeda. Misalnya anak bisa dapat token bila pergi les, bila tidak berkelahi dengan adiknya sepanjang hari dan bila mandi sore tanpa disuruh, dsb.
  4. Setelah terkumpul dalam jumlah tersebut, token dapat ditukarkan dengan sesuatu yang amat diminati anak. Bisa berupa barang misalnya mainan ataupun hal lain misalnya pergi tamasya atau makan – makan ke restoran.
 

Penelitian menunjukkan token efektif untuk memperkuat munculnya tingkah laku misalnya anak yang semula malas pergi les lama – lama jadi terbiasa dan bahkan jatuh cinta dengan kegiatan lesnya itu. Sebaliknya token pun efektif untuk menghilangkan kebiasaan buruk. Misalnya “ bila sepanjang hari tidak mengamuk “ dapat token, maka perlahan – lahan kebiasaan tantrum anak akan berkurang.

 

Pada saat perilaku sudah menetap, token dapat disudahi. Tingkah laku yang sudah menjadi kebiasaan tidak akan hilang lagi sekalipun token ditiadakan.Smile 

(Artikel ini dimuat di majalah Toddler – Volume 3, 2006)

 
Next >