"To err is human, but to really foul things up requires a computer."
| Info Lowongan |
| Sitemap |
Klien | Disiplin Dengan Kasih Sayang |
| Written by Psychosense | |
|
DISIPLIN Dengan Kasih Sayang
Pengenalan disiplin sejak dini akan membawa manfaat penting yaitu anak memiliki kemampuan untuk mengatur atau mengontrol diri. Berlatih untuk berpikir sebelum bertindak. Anak juga akan belajar menunda memuaskan kebutuhannya dan belajar mengetahui kapan kebutuhan tersebut akan terpenuhi. Ini yang dapat mendorong anak tumbuh mandiri, sehingga kepercayaan diri pun meningkat.
Anak yang patuh dan berkelakuan baik merupakan perwujutan dari penerapan disiplin. Namun banyak orangtua yang merasa khawatir apabila mengajarkan banyak disiplin sejak dini, anak tumbuh dengan tidak mempunyai inisiatif. Sesungguhnya yang terjadi justru sebaliknya, dengan mengajarkan disiplin bisa menjadikan anak menuruti aturan yang dibuat orangtua namun dengan kesadaran sendiri.
Artinya anak mengetahui konsekuensi apa yang mengikuti perilaku A atau B. sehingga anakpun dapat memilih mana yang diinginkan. Dengan mengetahui konsekuensi yang mengikuti suatu perilaku, iapun belajar untuk perduli dengan orang lain.
Anak yang tidak dapat mendisiplinkan dirinya, akan lebih terpaku terhadap pemenuhan kebutuhan pribadi dan kurang memperdulikan kebutuhan orang lain. Akibatnya anak akan mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan. Dengan mulai belajar disiplin diri, anak akan belajar mengatur dirinya, dapat membedakan baik dan buruk, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan aturan dan norma yang berada dilingkungan sosialnya. Contoh, bila dirinya tidak mau diganggu teman, maka ia pun tidak boleh mengganggu.
Dalam menerapkan disiplin, orang tua hendaknya tidak berlaku keras atau otoriter. Tindakan yang serba mengekang dan berorientasi pada kepentingan orangtua akan menjadikan anak takut akan kesalahan, sehingga anak menjadi cenderung kurang inisiatif dan mempunyai harga diri yang rendah.
Sebaliknya, orangtua yang serba membolehkan akan membentuk anak menjadi tidak bertanggung jawab, mementingkan diri sendiri, agresif, manja dan tergantung pada orang lain.
Yang semestinya dilakukan oleh orangtua adalah menerapkan disiplin dengan tetap memberikan kesempatan pada anak untuk ikut berpartisipasi. Semua disiplin yang diterapkan dilandasi sikap hangat penuh kasih saying dengan tetap berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan anak, bukan pada kepentingan orangtua semata.
Orangtua yang disiplin adalah orangtua yang konsisten, dapat diandalkan dan berkomunikasi secara langsung dan jelas, serta dapat menciptakan situasi yang baik dan menjadi model bagi anak – anaknya. Jangan berharap anak akan sidiplin bisa orangtua sendiri tidak berdisiplin. Anak lebih banyak belajar melalui role model. Dan role model terdekat tak lain adalah orangtuanya sendiri. (Artikel ini dimuat di majalah Toddler – Volume 4, 2006) |
| < Prev | Next > |
|---|